RDTR Kecamatan Pleret

Di dalam kebijakan Undang-Undang No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Rencana Detail Tata Ruang(RTDR) kawasan merupakan penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) Kabupaten ke dalam rencana distribusi pemanfataan ruang dan bangunan. RTDR Kawasan mempunyai fungsi untuk mengatur dan fungsi yang serasi,seimbang,dan aman dan produktif,nyaman dalam hal ini kawasan-kawasan yang merupakan kawasan strategis perlu di buat RTDR sebagai acuan dalam pembangunan yang akan dilaksankan dikawasan tersebut.

Dalam hal tersebut, membuat Kecamatan Pleret dalam arah pengembangannya sesuai dengan pemaparan yang terdapat pada RTRW Kabupaten Bantul sebagai Kawasan hutan lindung yang terdapat di daerah Wonolelo, oleh karna itu perlu adanya peraturan dan pengendalian lahan kawasan. Selain itu sebagian penduduk bekerja sebagai sektor pertanian, pleret juga merupakan kawasan cagar budaya petilasan jaman Matarm kerto yaitu ibukota Mataram yang sebelumnya di Kotagede. Kraton ini didirikan oleh Sultan Agung, peninggalan-peninggalan Keraton Kerta dapat dikatakan sangat minim. Peninggalan yg minim itu pun tidak banyak membantu untuk memperkirakan bagaimana kira-kira bentuk Keraton Kerta pada zamannya,potensi fisik yang di punyai kawasan cagar budaya ini adalah Masjid,sisa-sisa bangunan kraton,tembok keliling,serta makam Ratu Malang di Gunung Kelir.

Permasalahan pokonya yang kedua ada di kecamatan Pleret terpusat pada kawasan pertanian lahan kering di kabupaten direncanakan seluas kurang lebih 5.247 atau 10.35% ini di daerah Desa Wonolelo, Desa Bawuuran, Desa Segoroyoso,dan kawasan longsor pada daerah Wonolelo.

Lap. Pendahuluan  Lap. Antara  Lap. Akhir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *