Banguntapan Eco Park

Ruang terbuka merupakan sebuah ruang yang bisa diakses oleh masyarakat, baik secara langsung dalam kurun waktu terbatas maupun secara tidak langsung dalam kurun waktu tidak tertentu. Ruang terbuka ini dapat berbentuk jalan, trotoar, dan ruang terbuka hijau seperti taman kota, hutan, dan sebagainya. Dilihat dari sifatnya, ruang terbuka dapat dibedakan menjadi ruang terbuka privat (memiliki batas waktu tertentu untuk mengaksesnya dan kepemilikannya bersifat pribadi/halaman rumah tinggal), ruang terbuka semi privat (ruang publik yang kepemilikannya pribadi, namun bisa diakses langsung oleh masyarakat/taman bermain ANCOL), dan ruang terbuka umum (kepemilikannya oleh pemerintah dan bisa diakses langsung oleh masyarakat tanpa batas waktu tertentu/alun-alun). Selain itu, ruang terbuka dapat diartikan sebagai ruang interaksi (kebun binatang, taman rekreasi, dan lain-lain).

Stephen Carr dalam bukunya (Public Space), ruang public harus bersifat responsive, demokratis, dan bermakna. Ruang public yang responsive artinya harus dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan kepentingan luas. Secara demokratis, yang dimaksud adalah ruang public seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat umum tanpa harus terkotak-kotakkan akibat perbedaan social, ekonomi, dan budaya. Bahkan unsur demokratis dilekatkan sebagai salah satu watak ruang public karena ia harus dapat dijangkau (aksesibel) bagi warga dengan berbagai kondisi fisiknya, termasuk para penderita cacat tubuh maupun lansia.

Rencana pengembangan ruang public di Desa Banguntapan, Kabupaten Bantul ini dikembangkan dengan alasan bahwa wilayah ini merupakan salah satu kawasan aglomerasi Kota Yogyakarta dengan kondisi lahan yang didominasi oleh perumahan. Setelah dilihat dari kegiatan obsevasi awal, belum ditemui adanya tanda bahwa Desa Banguntapan merupakan daerah peralihan antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul. Untuk itu perlu adanya pembatasan area yang mengelilingi Kota Yogyakarta, salah satunya di Desa Banguntapan dengan konsep Banguntapan Park.

Laporan 1    Laporan 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *