TAMAN BANYUKENCONO

Dalam upaya perwujudan pengembangan kawasan revitalisasi taman wisata Tempuran Banyu Kencono, tim studio tapak membuat konsep untuk pengembangan Kawasan ini dengan mengedepankan dan memperhatikan aspek ramah lingkungan, serta kenyamanan pengguna fasilitas yang akan dikembangkan. Lokasi studio yang akan dikembangkan merupakan Kawasan yang dijadikan tempat ataupun pusat kuliner.

Taman wisata Tempuran Banyu Kencono ialah tempat bertemunya dua aliran sungai, yaitu pertemuan antara sungai Opak dengan Kali Gajah Wong. Menurut cerita, nama Tempuran berasal dari Bahasa Jawa yaitu pertemuan, yang artinya bertemu. Dari zaman dulu, air itu menjadi sumber daya alam yang sangat indah, namun tidak diperhatikan atau dirawat oleh warga sekitar, bahkan ada sebagian warga yang meremehkan adanya sungai tersebut. Dinamakan Sungai Gajah Wong ialah karena ada salah seorang pergi memandikan gajahnya, namun mengejek air disungai tersebut, sehingga konon katanya air sungai langsung meluap dan menghanyutkan orang dan gajahnya. Konsep yang diusung oleh tim studio tapak ini ialah Environmental and friendly Tourism Park with Education and Recreation.

Konsep friendly ini diterapkan untuk memberikan kesan yang nyaman saat berkunjung dan memberikan kesan bersahabat ketika para pengguna jalan memasuki Kawasan taman wisata Tempuran Banyu Kencono. Environmental pada konsep ini memberikan kesan asri sehingga pengunjung ataupun pengguna jalan yang sempat beristirahat dapat merasakan sisi lain dari Desa Pleret, dan untuk Education dan Recreation menggembangkan kawasan dengan memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada para penggunjung sambil berwisata, sehingga para wisatawan bisa mendapatkan penahaman dari taman wisata tersebut.

Laporan 1    Laporan 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *